Sunday, October 21, 2012

Dear John

I dont know how to express my feeling right now. I just can express it with a song from Taylor Swift. Menurut gue, lirik lagu nya cukup mewakili perasaan&keadaan gue sekarang. This song udah cukup lama. From "Speak Now" album. Here we go.

Dear John

Long were the nights when my days once revolved around youCounting my footsteps praying the floor won't fall through againAnd my mother accused me of losing my mindBut I swore I was fine
You paint me a blue sky and go back and turn it to rainAnd I lived in your chess game, but you changed the rules everydayWondering which version of you I might get on the phone tonightWell, I stopped picking up and this song is to let you know why
Dear John, I see it all now that you're goneDon't think I was too young to be messed with?The girl in the dress cried the whole way homeI should've known
Well, maybe it's just me and my blind optimism to blameOr maybe it's you and your sick need to give love then take it awayAnd you'll add my name to your long list of traitors who don't understandAnd I'll look back and regret how I ignored when they said run as fast as you can
Dear John, I see it all now that you're goneDon't you think I was too young to be messed with?The girl in the dress cried the whole way home
Dear John, I see it all now it was wrongDon't you think nineteen's too young to be played with?Your dark twisted games when I loved you soI should've known
You are an expert at sorry and keeping lines blurryNever impressed by me acing your testsAll the girls that you've run dry have tired, lifeless eyes'Cause you've burn them out
But I took your matches before fire could catch meSo don't look nowI'm shining like fireworks overYour sad, empty town
Dear John, I see it all now that you're goneDon't you think I was too young to be messed with?The girl in the dress cried the whole way home
Dear John, I see it all now it was wrongDon't you think nineteen's too young to be played with?The girl in the dress wrote you a songYou should've known
You should've knownDon't you think I was too young?You should've known


Saturday, October 13, 2012

Timeline

In this life, ada suatu waktu dimana lo pengen banget kejadian/hal yang harus lo lakukan pada saat itu agar cepat berlalu. Ketika lo sudah memulai atau lo mencapai tengah-tengah dan lo sedang menikmati semua itu, rasanya lo pengen banget untuk memberhentikan waktu and be forever with it. Dan, ketika semua itu harus berakhir ataupun sudah berlalu, rasanya lo pengen banget balik ke masa-masa itu. Dimana semua terasa indah dan menyenangkan walaupun ada pahit yang terasa.

Sunday, October 7, 2012

Happy 14th Birthdaaay, Ivan Immanuel!

Hai hai. Hari ini hari Minggu. Tanggal 7 Oktober 2012. Ada apa? Oh gak ada apa-apa. Yaudah yuk guys kita tidur lagi aja. Sekian postingan ini. Wassalam. GADEEEEEEENG. 

Jadi.....*tarik napas* *keluarkan* *hati-hati salah mengeluarkan* hari ini seorang anak dari mak-bapaknya, cucu dari kakek-neneknya, adek dari abang-mpok nya, teman dari teman-temannya, dan sahabat dari sahabat-sahabatnya(????) maaf gue makin kebelakang makin ngelantur. Intinya, itu bocah yang bernama Ivan Immanuel hari ini U-L-A-N-G-T-A-H-U-N. What?! Seorang Ivan ulangtahun?! Ya, setelah gue selidiki, benar dia terlahir dari rahim seorang ibu, bukan jatuh dari langit ataupun muncul dari endapan sungai ataupun keluar dari letusan gunung berapi.

This day, Ivan genap berusia 14 tahun. Gue sebagai sahabat yang baik bingung mau ngasih apa. Jadi, yah karena gue yang kebiasaan ngasih wish panjang-panjang dan pegel ngetik di bbm, (Boleh kok kalo lo lagi ulangtahun terus pengen banget dikasih wish yang panjang, bilang lah ke gue.) jadilah gue akan ngata-ngatain  mengucapkan sesuatu disini.

Selamat ulang tahun yang ke 14, Ivan Immanuel! Selamat hari kue! Selamat hari dikasih eek burung! Selamat bertambah umur! Selamat panjang umur! Selamat 14 tahun! Selamat hari Minggu! Selamat nerima sms, bbm, mention twitter, dan wall FB yang banyak! Selamat jadi artis sehari! Selamat gue kerjain! POKOKNYA SELAMAT DAAH YA SELAMAT YA.

Semoga.....

Makin panjang umurnya, makin cakep, makin pinter, makin baek, makin keren, bahagia selalu.

Gak makin cepet bobonya. Biar bisa nemenin gue bikin tugas.

Makin asik, makin seru.

Gak makin minta gue lakban mulut lo. Gak makin minta gue buang ke Laut Jawa.

Gak makin malu-maluin.

Makin gedean badannya. Jangan kecil mulu kayak lidi.

Makin tinggi.

Makin narsis.

Makin bawel. 

BBM lo gak makin pending.

Gak makin PMS.

Makin cinta sama DC-10&JKT18<3

Makin lengket sama Robin.

Makin bisa gue kerjain.

Gak pake baju nci lo lagi.

Makin ber ekskresi  ekspresi.

Makin disayang sama semuanya.

Gak makin alay.

Makin ranking 1.

Gak nangis-nangis ke gue gara-gara sejarah dapet 85-_-

Sendal lo ganti.

HP lo makin bisa gue rusuhin.

Latahnya bervariasi.

Gak makin suka bilang "ih gay".

Taun depan lo udah di SMAK 3.

JKT18 aka Batavia Cavalry siap UN2013.

Makin rusuh.

Kue lepis dagangan lo makin laku.

Gak makin medit.

Makin pro ips nya&makin sabar ngajarin adek kelasnya. (y)

Gak makin sinis.

Lo gak lupa mentraktir semua teman-teman lo. 

Gak makin kayak bolang.

Gak suka nyasar lagi.

Makin waras!!

Makin cepet dapet gantinya si ono. Semoga cepet ketemu jodoh. (?)

Selalu jadi kesayangannya semua orang.

Sukses kelas 9 nya.

At least,

MAKIN-MAKIN YANG BAIK-BAIK YAAAA!! HAVE A BLAST YEAR AHEAD!! GOD BLESS  YOU ALWAYS! HAPPY SWEET 14<3


Here are some photos of the birthday boy. From year to year. He's growin' up&older, man!


2009. Ivan with his mom. Cantik yay nyokap nya. Ivan nya kayak tuyul cengo.


2010. Ivan at school. When he was 7th grader. Ngakak woy udah kayak lagi ngelap air mata sambil bawa kotak makan&tempat minum gede begete. Kayak abis dipalakin wey wkwkwkw.


2011. Ivan got his Christmas gift! Nah menurut gue ini foto yang bagusan. Btw, itu berasa lagi lamaran ye wkwkw. 


2012. Ivan before getting onto 14! Perhatiin deh guys, si Ivan mangap udah kayak nungguin laler masuk. Akibat kelaperan gadikasih makan tuh. Sian abis.


2012. Ini pas Ivan lagi makan abis ujian. "Itu kaget atau kesambet, Om?"-Fery Ardian. Wkwkw.

Hope you like it, Van. Happy sweet 14, once again!!!Have a blast daaaay!

Much love,

Mpok Minah&seluruh kru yang bertugas.




Tuesday, October 2, 2012

Unappreciated You

Akhir-akhir ini gue bingung. Sama alam semesta, hati, dan pikiran gue. Akhir-akhir ini, gue lagi agak kacau. Kadang gue bangun, pergi ke sekolah, dan kadang masih menganggap bahwa semua itu mimpi. Gue masih agak shock harus menerima kenyataan bahwa tahun ke 2 gue di masa-masa Putih Biru Tua sudah usai, so gue harus lanjut ke tahun ke 3. Dan, gue harus terima kalo masa-masa OSN udah abis.

Sekarang ini, gue udah memasuki tengah semester 5. Udah 3 bulan lebih berarti. Dan berarti masa-masa OSN udah abis sejak 3 bulan yang lalu. Tapi gue masih belum bisa beradaptasi penuh sama kelas gue. Dan sama semuanya. Time flies, dan gue gak nyangka secepet itu. 

Gue masih kangen banget kelas 8. Disitu gue cepet banget buat beradaptasi. Dan yang gue sadar, masa-masa kelas 8 itu adalah masa yang paling menyenangkan. Gaada kelas yang senyaman 8i menurut gue. Yah, gue gak bisa bilang juga kalo kelas gue yang sekarang ini gak enak. Kelas gue sekarang ini enak. Tapi menurut gue masih enakan Indexclavora aka 8i:(

Kadang gue suka flashback tentang semua yang ada di 8i. Gue sadar, tempat itu gak cuma kelas tempat belajar. Itu bisa dibilang tempat gue tumbuh. Disana, gue jadi tau arti solidaritas yang sesungguhnya. Gue tau arti "teman" sesungguhnya. Gue tau gimana cara menghargai orang dan mana yang memang pantes gue hargai. Gue jadi tau, hidup itu apa. Yang jelas, gue bisa tau, seberapa jauh gue melangkah. Kalo aja dulu kelas gue bukan 8i, gue gatau sekarang gue gimana.


Selain atmosfer 8i yang sangat gue sukai, gue juga sangat senang bahkan kangen berada di lingkungan OSN. Temen-temen OSN gue, yang anak DKI tentunya, mayoritas berasal dari sekolah-sekolah keren. Bisa dibilang yaah anak-anaknya dari lingkungan menengah ke atas. Yup, temen-temen se kontingen gue ini isinya anak IPEKA, Penabur, Kanisius, Labschool Kebayoran, Labschool Rawamangun, Al-Azhar, dan sederet sekolah swasta lainnya. Yang negri?mayoritas dari sekolah-sekolah RSBI such as SMPN 49, SMPN 19, dan lain-lain. Yang jelas RSBI. Hanya sedikit anak yang dari sekolah biasa. Sekolah SSN. Yah yang jelas gue hanya bisa bilang, mayoritas dari kami adalah anak-anak menengah ke atas.

Walaupun begitu, mereka gak sesombong yang gue pikirkan. Yup, terkadang pikiran lo bisa lebih 'jahat' daripada realita. Mereka ternyata seterbuka gue. Mereka easy-going. Gak pilih-pilih temen antara  chinese ataupun orang Indonesia asli, kita semua temen. Kita sahabat. Disitu, kita terkadang suka membuka 'kartu' siapa kita di sekolah. Yang kadang berbalik banget dengan apa yang kita pikirkan. Contoh: jadi ada anak Biologi, yang gue pikir tajir (karena dia sekolah di sekolah ternama yang SPP nya jutaan), belagak, pinter, gaul setengah mati, dan eksis di sekolahnya. Lo tau? Ketika dia bercerita tentang dia di sekolah, gue shock. Dia bilang dia itu geek, kalo istirahat mainnya di perpus, dia gak setajir teman-temannya. Gue kaget. Walaupun begitu, dia tetap teman gue. Dan selalu jadi teman gue. So, di OSN ini gue diajarkan untuk menghargai teman, dan menghargai diri teman kita, tanpa peduli siapa dia. Gapeduli apa bedanya, kita teman.

Yang gue rasakan, lingkungan OSN lebih baik daripada lingkungan sekolah gue sekarang. Bukan berarti lingkungan sekolah gue buruk banget. Nggak. Keduanya baik. Cuma gue lebih senang berada di lingkungan OSN. Setelah 3 bulan berlalu, gue masih kangen banget. Gue akhir-akhir ini agak gak srek aja sama lingkungan kelas gue. Ada beberapa anak, yang bisa dibilang gue gak bisa menghargai dia. Maaf, bukannya gue sombong karena gue gabisa menghargai dia. Banyak yang bilang, "kalo lo mau dihargai orang, hargai juga orang lain." Ada juga beberapa yang bilang, "kalo lo mau dihargai orang lain, hargai dulu diri lo sendiri." 

Oke, yang kedua itu emang terdengar agak aneh. Agak freak. Tapi gue setuju banget sama kalimat itu. Kalimat itu bisa mewakili alasan gue kenapa gue gabisa menghargai temen gue. Gimana caranya gue mau hargai dia, kalo dia aja gabisa menghargai dirinya sendiri? Menghalalkan banyak cara yang gak etis untuk bisa dapet nilai bagus pas ulangan. Menurut gue sebenernya dia pinter, tapi dia terlalu takut untuk menghadapi sesuatu yang susah. Nah, dari segi itu aja, bisa dilihat bahwa dia gak menghargai apa yang telah dia pelajari karena takut susah atau gamau bersusah-susah untuk mencapai kebahagiaan, dengan bukti bahwa dia nyari bocoran atau contekan. Menurut gue, dengan lo mencari bocoran ulangan, lo gak menghargai diri lo. Karena, untuk maju, lo harus merasakan berat&susahnya rintangan. Sedangkan untuk melalui itu, lo harus berusaha dengan semua kekuatan&apa yang lo punya. Menurut gue sih itu lo sudah menghargai kemampuan lo. Menghargai apa yang lo punya. Sedangkan kalo lo mencari bocoran atau contekan, lo sama aja kayak mencurangi rintangan itu. Lo mencurangi kemampuan lo. Lo gak menghargai kemampuan yang lo punya. Kalo lo aja begitu sama diri lo, gimana gue bisa menghargai lo?

Alasan gue kenapa gue gak menghargai dia juga dicantumkan pada quote pertama. "kalo lo mau dihargai orang, hargai juga orang lain." Menurut gue, dia suka semena-mena sama orang lain. Yang gue gak suka sih kadang gue ngomong ke dia baik-baik tapi dia jawab ke gue bentak-bentak atau teriak-teriak. Rasanya tuh gue pengen banget bilang ke dia "WHAT DO YOU WANT?!" Kalo gue bentak, paling salah. Gue baikin, dia malah kayak gini. Yaudah. Dan, dia begitu tuh gacuma sekali, tapi sering. Ya memang sih kadang dia memberikan tanggapan yang baik tapi....cara dia memberikan tanggapan itu yang salah. Pernah juga, dia ngerjain sesuatu. Cukup sepele sih. Tapi karena ribet, eh akhirnya dia menyerahkan itu ke gue dengan asal lepas tangan aja. Dia dengan santai nya bilang, "nih lo aja nih yang cariin." Tanpa sepotong kata pada kalimat itu. Pernah juga dia menolak permintaan tolong gue dengan cara yang menurut gue gak sopan, yaitu hanya ngeliatin gue, mengabaikan gue, dan berlalu. WHAT?! Emang enak apa digituin?! Gila. Ya terkadang sih gue melihat mereka seperti minta dihargai oleh temennya ataupun gue, tapi woy, apakah dia sudah cukup menghargai gue gitu? Dia minta tolong ke gue, dengan cara yang agak memaksa dan jatohnya malah ngerepotin gue. Ngerepotin yang gue maksud ini adalah dia yang minta tolong, tapi dia gak mau berkorban. Coba, mana ada tuh sistem "lo yang butuh, gue yang repot" ? Yang kayak gini tuh harusnya lo sebut apa? Jujur aja, gue gasuka punya temen yang gak menghargai orang. 

Mungkin di artikel ini lo membaca gue sedikit aneh, ngawur, ngaco, sok tau, gak jelas, ngalor ngidul, bahkan terkesan sok menggurui ataupun sok terlihat suci. Ya gue hanya menyalurkan pendapat gue dan sedikit sharing tentang what's going on around me. Postingan ini juga bukan sepenuhnya buat nyindir. Tapi ya buat kita inget-inget aja lagi. Terserah lo mau bilang atau menilai gue apa setelah membaca postingan ini. Tapi ya sekedar buat lo tau aja. Ini pendapat gue dan semua ada hidup berdekatan dengan gue. 

There was an error in this gadget