Mata...
Cuma ada 2
Tapi makna nya luas
Tanpa mata, kita gak akan bisa melihat indahnya dunia ini
Hati...
Tempat dimana kita bisa merasakan apa yang kita lihat
Dimana kita merasakan hangatnya cinta yang diberikan oleh keindahan dunia itu
Ruang bagi mereka yang membuat dunia ini indah
Kaki...
Tanpa kaki, kita gak akan bisa sampe ke tempat dimana indahnya dunia itu ada
Tanpa kaki, kita gak akan bisa berdiri buat tahu seberapa indahnya dunia di seberang sana
Kaki, sesuatu untuk raga ini bertumpu dan merasakan indahnya dunia
Mata, hati, dan kaki. Letaknya berjauhan, tetapi saling berhubungan erat. Kalo aja salah satu dari mereka berhenti bekerja, gue gatau gimana jadinya hidup ini.
Karena mata, hati, dan kaki pun gue bisa tetep melihat lurus ke depan, merasa lebih kuat, dan berdiri tegap setelah suatu hal berusaha menghancurkan gue.
Karena mata, hati, dan kaki, gue bisa tau siapa yang ada untuk memberikan gue pelajaran berharga, menertawakan gue, membuat air mata gue berhasil keluar, dan juga setia mendorong gue untuk maju. Untuk menjadi Sheila yang lebih baik.
Karena mata, hati, dan kaki, gue menemukan mereka, hal terbaik yang pernah gue punya. Dan dikemudian hari, mereka lah yang menjadi mata, hati, dan kaki gue. Mereka jadi apa yang gue lihat di depan gue, mereka yang jadi sesuatu yang hati gue sebut rumah buat gue, dimana bakal selalu gue kangenin ketika jauh, dan mereka yang bikin gue tetep kuat, tetap tegar. Karena itulah kalian ada pada diri gue, pada semangat gue, dan pada pikiran gue. Ibarat rumus-rumus gajelas, formulasi nya tuh gini kalian=gue.
"I feel so close to you right now, it's a force field." -Calvin Harris (Feel So Close)
"Karena separuh aku, dirimu." -Noah (Separuh Aku)
Sunday, December 23, 2012
Thursday, December 13, 2012
Antara Aku, Kamu, dan Biologi
Mungkin di antara kita terselip cinta, terselip sebuah harapan
Yang mungkin tak terbalaskan atau tercapai
Karena orang ketiga
Tapi setelah ku pikir-pikir kembali....
Emangnya Biologi yang menjadi secuil hambatan kita itu orang yah?
Hmph ternyata bukan
Yasudah, panggil saja dia sebagai hal ketiga. Jelek.
Bukan maksudku untuk membenci hal yang sangat kau sukai
Bahkan mungkin sudah kau anggap sebagai hidupmu
Tapi....aku hanya ingin kau melihat (bbm dari) ku sejenak,
dan membalasnya
Aku terabaikan olehmu layaknya selebritis yang dulu eksis dan sekarang ditinggal oleh penggemarnya
Aku tak marah bila kau belajar Biologi terus menerus
Asal kau balas bbm ku
Aku terabaikan olehmu layaknya sampah yang memang sengaja diinjak
Terabaikan karena kau terlalu sibuk dengan Biologi dan juga game
Terkadang aku pun bertanya-tanya dalam hati
Jadi,sebenernya yang orang ketiga tuh aku atau Biologi?
Bersamamu, aku ingin terus bahagia dan mencapai mimpi bersama
Tapi, kau terlalu bahagia dengan Biologi
Ah aku kembali terlupakan. Capek deh.
Berusaha tegar ketika mengetahui kau bahagia bersama Biologi sampai tak membalas bbm ku
Aku pun mengubur segala memori dan harapan yang ingin ku perjuangkan bersama kau
Tapi.........lahan di Jakarta inimakin sempit. Dimana pula aku harus mengubur semua memori dan asa itu?
Bukan maksudku tak ingin mendukungmu untuk hal yang sangat kau cintai
Aku sangat mendukungmu agar kau berhasil
Sebab, apabilakau berhasil, kau akan bahagia
Dan itupun menjadi bahagia ku pula
3 menit waktu yang kau butuhkan untuk menghubungiku pun kau caplok demi belajar Biologi
ataupun bermain game.Hft dasar cowo.
Ketika ku tanya, "kamu lagi apa?"
Kau jawab, "aku lagi belajar bio"
Ketika kami sedang berbagi cerita, kau cerita tentang Biologi
Ketika kau menang dalam suatu perlombaan, pasti lomba tentang Biologi
Kau tahu apa yang ingin ku katakan padamu?
"Pucing aq pucing. Tape aku tapek banet ma qmuw."
Kau ingin tahu mengapa aku tak ingin mengatakan "Ciyus miapah mioyeng miamu?"
Karena sesungguhnya.....semua itu terlalu mainstream, seperti pembicaraan kami ketika kau ngeghibahin Biologi. Huft.
Kuharap kau mengerti betapa sintingnya aku kau nomordua-kan dengan Biologi
Dan, semua ini hanyalah antara aku, kau, dan Biologi
Yang mungkin tak terbalaskan atau tercapai
Karena orang ketiga
Tapi setelah ku pikir-pikir kembali....
Emangnya Biologi yang menjadi secuil hambatan kita itu orang yah?
Hmph ternyata bukan
Yasudah, panggil saja dia sebagai hal ketiga. Jelek.
Bukan maksudku untuk membenci hal yang sangat kau sukai
Bahkan mungkin sudah kau anggap sebagai hidupmu
Tapi....aku hanya ingin kau melihat (bbm dari) ku sejenak,
dan membalasnya
Aku terabaikan olehmu layaknya selebritis yang dulu eksis dan sekarang ditinggal oleh penggemarnya
Aku tak marah bila kau belajar Biologi terus menerus
Asal kau balas bbm ku
Aku terabaikan olehmu layaknya sampah yang memang sengaja diinjak
Terabaikan karena kau terlalu sibuk dengan Biologi dan juga game
Terkadang aku pun bertanya-tanya dalam hati
Jadi,sebenernya yang orang ketiga tuh aku atau Biologi?
Bersamamu, aku ingin terus bahagia dan mencapai mimpi bersama
Tapi, kau terlalu bahagia dengan Biologi
Ah aku kembali terlupakan. Capek deh.
Berusaha tegar ketika mengetahui kau bahagia bersama Biologi sampai tak membalas bbm ku
Aku pun mengubur segala memori dan harapan yang ingin ku perjuangkan bersama kau
Tapi.........lahan di Jakarta inimakin sempit. Dimana pula aku harus mengubur semua memori dan asa itu?
Bukan maksudku tak ingin mendukungmu untuk hal yang sangat kau cintai
Aku sangat mendukungmu agar kau berhasil
Sebab, apabilakau berhasil, kau akan bahagia
Dan itupun menjadi bahagia ku pula
3 menit waktu yang kau butuhkan untuk menghubungiku pun kau caplok demi belajar Biologi
ataupun bermain game.Hft dasar cowo.
Ketika ku tanya, "kamu lagi apa?"
Kau jawab, "aku lagi belajar bio"
Ketika kami sedang berbagi cerita, kau cerita tentang Biologi
Ketika kau menang dalam suatu perlombaan, pasti lomba tentang Biologi
Kau tahu apa yang ingin ku katakan padamu?
"Pucing aq pucing. Tape aku tapek banet ma qmuw."
Kau ingin tahu mengapa aku tak ingin mengatakan "Ciyus miapah mioyeng miamu?"
Karena sesungguhnya.....semua itu terlalu mainstream, seperti pembicaraan kami ketika kau ngeghibahin Biologi. Huft.
Kuharap kau mengerti betapa sintingnya aku kau nomordua-kan dengan Biologi
Dan, semua ini hanyalah antara aku, kau, dan Biologi
Sunday, October 21, 2012
Dear John
I dont know how to express my feeling right now. I just can express it with a song from Taylor Swift. Menurut gue, lirik lagu nya cukup mewakili perasaan&keadaan gue sekarang. This song udah cukup lama. From "Speak Now" album. Here we go.
Dear John
Long were the nights when my days once revolved around youCounting my footsteps praying the floor won't fall through againAnd my mother accused me of losing my mindBut I swore I was fine
You paint me a blue sky and go back and turn it to rainAnd I lived in your chess game, but you changed the rules everydayWondering which version of you I might get on the phone tonightWell, I stopped picking up and this song is to let you know why
Dear John, I see it all now that you're goneDon't think I was too young to be messed with?The girl in the dress cried the whole way homeI should've known
Well, maybe it's just me and my blind optimism to blameOr maybe it's you and your sick need to give love then take it awayAnd you'll add my name to your long list of traitors who don't understandAnd I'll look back and regret how I ignored when they said run as fast as you can
Dear John, I see it all now that you're goneDon't you think I was too young to be messed with?The girl in the dress cried the whole way home
Dear John, I see it all now it was wrongDon't you think nineteen's too young to be played with?Your dark twisted games when I loved you soI should've known
You are an expert at sorry and keeping lines blurryNever impressed by me acing your testsAll the girls that you've run dry have tired, lifeless eyes'Cause you've burn them out
But I took your matches before fire could catch meSo don't look nowI'm shining like fireworks overYour sad, empty town
Dear John, I see it all now that you're goneDon't you think I was too young to be messed with?The girl in the dress cried the whole way home
Dear John, I see it all now it was wrongDon't you think nineteen's too young to be played with?The girl in the dress wrote you a songYou should've known
You should've knownDon't you think I was too young?You should've known
You paint me a blue sky and go back and turn it to rainAnd I lived in your chess game, but you changed the rules everydayWondering which version of you I might get on the phone tonightWell, I stopped picking up and this song is to let you know why
Dear John, I see it all now that you're goneDon't think I was too young to be messed with?The girl in the dress cried the whole way homeI should've known
Well, maybe it's just me and my blind optimism to blameOr maybe it's you and your sick need to give love then take it awayAnd you'll add my name to your long list of traitors who don't understandAnd I'll look back and regret how I ignored when they said run as fast as you can
Dear John, I see it all now that you're goneDon't you think I was too young to be messed with?The girl in the dress cried the whole way home
Dear John, I see it all now it was wrongDon't you think nineteen's too young to be played with?Your dark twisted games when I loved you soI should've known
You are an expert at sorry and keeping lines blurryNever impressed by me acing your testsAll the girls that you've run dry have tired, lifeless eyes'Cause you've burn them out
But I took your matches before fire could catch meSo don't look nowI'm shining like fireworks overYour sad, empty town
Dear John, I see it all now that you're goneDon't you think I was too young to be messed with?The girl in the dress cried the whole way home
Dear John, I see it all now it was wrongDon't you think nineteen's too young to be played with?The girl in the dress wrote you a songYou should've known
You should've knownDon't you think I was too young?You should've known
Saturday, October 13, 2012
Timeline
In this life, ada suatu waktu dimana lo pengen banget kejadian/hal yang harus lo lakukan pada saat itu agar cepat berlalu. Ketika lo sudah memulai atau lo mencapai tengah-tengah dan lo sedang menikmati semua itu, rasanya lo pengen banget untuk memberhentikan waktu and be forever with it. Dan, ketika semua itu harus berakhir ataupun sudah berlalu, rasanya lo pengen banget balik ke masa-masa itu. Dimana semua terasa indah dan menyenangkan walaupun ada pahit yang terasa.
Sunday, October 7, 2012
Happy 14th Birthdaaay, Ivan Immanuel!
Hai hai. Hari ini hari Minggu. Tanggal 7 Oktober 2012. Ada apa? Oh gak ada apa-apa. Yaudah yuk guys kita tidur lagi aja. Sekian postingan ini. Wassalam. GADEEEEEEENG.
Jadi.....*tarik napas* *keluarkan* *hati-hati salah mengeluarkan* hari ini seorang anak dari mak-bapaknya, cucu dari kakek-neneknya, adek dari abang-mpok nya, teman dari teman-temannya, dan sahabat dari sahabat-sahabatnya(????) maaf gue makin kebelakang makin ngelantur. Intinya, itu bocah yang bernama Ivan Immanuel hari ini U-L-A-N-G-T-A-H-U-N. What?! Seorang Ivan ulangtahun?! Ya, setelah gue selidiki, benar dia terlahir dari rahim seorang ibu, bukan jatuh dari langit ataupun muncul dari endapan sungai ataupun keluar dari letusan gunung berapi.
This day, Ivan genap berusia 14 tahun. Gue sebagai sahabatyang baik bingung mau ngasih apa. Jadi, yah karena gue yang kebiasaan ngasih wish panjang-panjang dan pegel ngetik di bbm, (Boleh kok kalo lo lagi ulangtahun terus pengen banget dikasih wish yang panjang, bilang lah ke gue.) jadilah gue akan ngata-ngatain mengucapkan sesuatu disini.
Selamat ulang tahun yang ke 14, Ivan Immanuel! Selamat hari kue! Selamat haridikasih eek burung! Selamat bertambah umur! Selamat panjang umur! Selamat 14 tahun! Selamat hari Minggu! Selamat nerima sms, bbm, mention twitter, dan wall FB yang banyak! Selamat jadi artis sehari! Selamat gue kerjain! POKOKNYA SELAMAT DAAH YA SELAMAT YA.
Semoga.....
Makin panjang umurnya, makin cakep, makin pinter, makin baek, makin keren, bahagia selalu.
Gak makin cepet bobonya. Biar bisa nemenin gue bikin tugas.
Makin asik, makin seru.
Gak makin minta gue lakban mulut lo. Gak makin minta gue buang ke Laut Jawa.
Gak makin malu-maluin.
Makin gedean badannya. Jangan kecil mulu kayak lidi.
Makin tinggi.
Makin narsis.
Makin bawel.
BBM lo gak makin pending.
Gak makin PMS.
Makin cinta sama DC-10&JKT18<3
Makin lengket sama Robin.
Makin bisa gue kerjain.
Gak pake baju nci lo lagi.
Makin berekskresi ekspresi.
Makin disayang sama semuanya.
Gak makin alay.
Makin ranking 1.
Gak nangis-nangis ke gue gara-gara sejarah dapet 85-_-
Sendal lo ganti.
HP lo makin bisa gue rusuhin.
Latahnya bervariasi.
Gak makin suka bilang "ih gay".
Taun depan lo udah di SMAK 3.
JKT18 aka Batavia Cavalry siap UN2013.
Makin rusuh.
Kue lepis dagangan lo makin laku.
Gak makin medit.
Makin pro ips nya&makin sabar ngajarin adek kelasnya. (y)
Gak makin sinis.
Lo gak lupa mentraktir semua teman-teman lo.
Gak makin kayak bolang.
Gak suka nyasar lagi.
Makin waras!!
Makin cepet dapet gantinya si ono. Semoga cepet ketemu jodoh. (?)
Selalu jadi kesayangannya semua orang.
Sukses kelas 9 nya.
At least,
Jadi.....*tarik napas* *keluarkan* *hati-hati salah mengeluarkan* hari ini seorang anak dari mak-bapaknya, cucu dari kakek-neneknya, adek dari abang-mpok nya, teman dari teman-temannya, dan sahabat dari sahabat-sahabatnya(????) maaf gue makin kebelakang makin ngelantur. Intinya, itu bocah yang bernama Ivan Immanuel hari ini U-L-A-N-G-T-A-H-U-N. What?! Seorang Ivan ulangtahun?! Ya, setelah gue selidiki, benar dia terlahir dari rahim seorang ibu, bukan jatuh dari langit ataupun muncul dari endapan sungai ataupun keluar dari letusan gunung berapi.
This day, Ivan genap berusia 14 tahun. Gue sebagai sahabat
Selamat ulang tahun yang ke 14, Ivan Immanuel! Selamat hari kue! Selamat hari
Semoga.....
Makin panjang umurnya, makin cakep, makin pinter, makin baek, makin keren, bahagia selalu.
Gak makin cepet bobonya. Biar bisa nemenin gue bikin tugas.
Makin asik, makin seru.
Gak makin minta gue lakban mulut lo. Gak makin minta gue buang ke Laut Jawa.
Gak makin malu-maluin.
Makin gedean badannya. Jangan kecil mulu kayak lidi.
Makin tinggi.
Makin narsis.
Makin bawel.
BBM lo gak makin pending.
Gak makin PMS.
Makin cinta sama DC-10&JKT18<3
Makin lengket sama Robin.
Makin bisa gue kerjain.
Gak pake baju nci lo lagi.
Makin ber
Makin disayang sama semuanya.
Gak makin alay.
Makin ranking 1.
Gak nangis-nangis ke gue gara-gara sejarah dapet 85-_-
Sendal lo ganti.
HP lo makin bisa gue rusuhin.
Latahnya bervariasi.
Gak makin suka bilang "ih gay".
Taun depan lo udah di SMAK 3.
JKT18 aka Batavia Cavalry siap UN2013.
Makin rusuh.
Kue lepis dagangan lo makin laku.
Gak makin medit.
Makin pro ips nya&makin sabar ngajarin adek kelasnya. (y)
Gak makin sinis.
Lo gak lupa mentraktir semua teman-teman lo.
Gak makin kayak bolang.
Gak suka nyasar lagi.
Makin waras!!
Makin cepet dapet gantinya si ono. Semoga cepet ketemu jodoh. (?)
Selalu jadi kesayangannya semua orang.
Sukses kelas 9 nya.
At least,
MAKIN-MAKIN YANG BAIK-BAIK YAAAA!! HAVE A BLAST YEAR AHEAD!! GOD BLESS YOU ALWAYS! HAPPY SWEET 14<3
2010. Ivan at school. When he was 7th grader. Ngakak woy udah kayak lagi ngelap air mata sambil bawa kotak makan&tempat minum gede begete. Kayak abis dipalakin wey wkwkwkw.
2012. Ivan before getting onto 14! Perhatiin deh guys, si Ivan mangap udah kayak nungguin laler masuk. Akibat kelaperan gadikasih makan tuh. Sian abis.
Here are some photos of the birthday boy. From year to year. He's growin' up&older, man!
2009. Ivan with his mom. Cantik yay nyokap nya. Ivan nya kayak tuyul cengo.
2010. Ivan at school. When he was 7th grader. Ngakak woy udah kayak lagi ngelap air mata sambil bawa kotak makan&tempat minum gede begete. Kayak abis dipalakin wey wkwkwkw.
2011. Ivan got his Christmas gift! Nah menurut gue ini foto yang bagusan. Btw, itu berasa lagi lamaran ye wkwkw.
2012. Ivan before getting onto 14! Perhatiin deh guys, si Ivan mangap udah kayak nungguin laler masuk. Akibat kelaperan gadikasih makan tuh. Sian abis.
2012. Ini pas Ivan lagi makan abis ujian. "Itu kaget atau kesambet, Om?"-Fery Ardian. Wkwkw.
Hope you like it, Van. Happy sweet 14, once again!!!Have a blast daaaay!
Much love,
Mpok Minah&seluruh kru yang bertugas.
Tuesday, October 2, 2012
Unappreciated You
Akhir-akhir ini gue bingung. Sama alam semesta, hati, dan pikiran gue. Akhir-akhir ini, gue lagi agak kacau. Kadang gue bangun, pergi ke sekolah, dan kadang masih menganggap bahwa semua itu mimpi. Gue masih agak shock harus menerima kenyataan bahwa tahun ke 2 gue di masa-masa Putih Biru Tua sudah usai, so gue harus lanjut ke tahun ke 3. Dan, gue harus terima kalo masa-masa OSN udah abis.
Sekarang ini, gue udah memasuki tengah semester 5. Udah 3 bulan lebih berarti. Dan berarti masa-masa OSN udah abis sejak 3 bulan yang lalu. Tapi gue masih belum bisa beradaptasi penuh sama kelas gue. Dan sama semuanya. Time flies, dan gue gak nyangka secepet itu.
Gue masih kangen banget kelas 8. Disitu gue cepet banget buat beradaptasi. Dan yang gue sadar, masa-masa kelas 8 itu adalah masa yang paling menyenangkan. Gaada kelas yang senyaman 8i menurut gue. Yah, gue gak bisa bilang juga kalo kelas gue yang sekarang ini gak enak. Kelas gue sekarang ini enak. Tapi menurut gue masih enakan Indexclavora aka 8i:(
Kadang gue suka flashback tentang semua yang ada di 8i. Gue sadar, tempat itu gak cuma kelas tempat belajar. Itu bisa dibilang tempat gue tumbuh. Disana, gue jadi tau arti solidaritas yang sesungguhnya. Gue tau arti "teman" sesungguhnya. Gue tau gimana cara menghargai orang dan mana yang memang pantes gue hargai. Gue jadi tau, hidup itu apa. Yang jelas, gue bisa tau, seberapa jauh gue melangkah. Kalo aja dulu kelas gue bukan 8i, gue gatau sekarang gue gimana.
Selain atmosfer 8i yang sangat gue sukai, gue juga sangat senang bahkan kangen berada di lingkungan OSN. Temen-temen OSN gue, yang anak DKI tentunya, mayoritas berasal dari sekolah-sekolah keren. Bisa dibilang yaah anak-anaknya dari lingkungan menengah ke atas. Yup, temen-temen se kontingen gue ini isinya anak IPEKA, Penabur, Kanisius, Labschool Kebayoran, Labschool Rawamangun, Al-Azhar, dan sederet sekolah swasta lainnya. Yang negri?mayoritas dari sekolah-sekolah RSBI such as SMPN 49, SMPN 19, dan lain-lain. Yang jelas RSBI. Hanya sedikit anak yang dari sekolah biasa. Sekolah SSN. Yah yang jelas gue hanya bisa bilang, mayoritas dari kami adalah anak-anak menengah ke atas.
Walaupun begitu, mereka gak sesombong yang gue pikirkan. Yup, terkadang pikiran lo bisa lebih 'jahat' daripada realita. Mereka ternyata seterbuka gue. Mereka easy-going. Gak pilih-pilih temen antara chinese ataupun orang Indonesia asli, kita semua temen. Kita sahabat. Disitu, kita terkadang suka membuka 'kartu' siapa kita di sekolah. Yang kadang berbalik banget dengan apa yang kita pikirkan. Contoh: jadi ada anak Biologi, yang gue pikir tajir (karena dia sekolah di sekolah ternama yang SPP nya jutaan), belagak, pinter, gaul setengah mati, dan eksis di sekolahnya. Lo tau? Ketika dia bercerita tentang dia di sekolah, gue shock. Dia bilang dia itu geek, kalo istirahat mainnya di perpus, dia gak setajir teman-temannya. Gue kaget. Walaupun begitu, dia tetap teman gue. Dan selalu jadi teman gue. So, di OSN ini gue diajarkan untuk menghargai teman, dan menghargai diri teman kita, tanpa peduli siapa dia. Gapeduli apa bedanya, kita teman.
Yang gue rasakan, lingkungan OSN lebih baik daripada lingkungan sekolah gue sekarang. Bukan berarti lingkungan sekolah gue buruk banget. Nggak. Keduanya baik. Cuma gue lebih senang berada di lingkungan OSN. Setelah 3 bulan berlalu, gue masih kangen banget. Gue akhir-akhir ini agak gak srek aja sama lingkungan kelas gue. Ada beberapa anak, yang bisa dibilang gue gak bisa menghargai dia. Maaf, bukannya gue sombong karena gue gabisa menghargai dia. Banyak yang bilang, "kalo lo mau dihargai orang, hargai juga orang lain." Ada juga beberapa yang bilang, "kalo lo mau dihargai orang lain, hargai dulu diri lo sendiri."
Oke, yang kedua itu emang terdengar agak aneh. Agak freak. Tapi gue setuju banget sama kalimat itu. Kalimat itu bisa mewakili alasan gue kenapa gue gabisa menghargai temen gue. Gimana caranya gue mau hargai dia, kalo dia aja gabisa menghargai dirinya sendiri? Menghalalkan banyak cara yang gak etis untuk bisa dapet nilai bagus pas ulangan. Menurut gue sebenernya dia pinter, tapi dia terlalu takut untuk menghadapi sesuatu yang susah. Nah, dari segi itu aja, bisa dilihat bahwa dia gak menghargai apa yang telah dia pelajari karena takut susah atau gamau bersusah-susah untuk mencapai kebahagiaan, dengan bukti bahwa dia nyari bocoran atau contekan. Menurut gue, dengan lo mencari bocoran ulangan, lo gak menghargai diri lo. Karena, untuk maju, lo harus merasakan berat&susahnya rintangan. Sedangkan untuk melalui itu, lo harus berusaha dengan semua kekuatan&apa yang lo punya. Menurut gue sih itu lo sudah menghargai kemampuan lo. Menghargai apa yang lo punya. Sedangkan kalo lo mencari bocoran atau contekan, lo sama aja kayak mencurangi rintangan itu. Lo mencurangi kemampuan lo. Lo gak menghargai kemampuan yang lo punya. Kalo lo aja begitu sama diri lo, gimana gue bisa menghargai lo?
Alasan gue kenapa gue gak menghargai dia juga dicantumkan pada quote pertama. "kalo lo mau dihargai orang, hargai juga orang lain." Menurut gue, dia suka semena-mena sama orang lain. Yang gue gak suka sih kadang gue ngomong ke dia baik-baik tapi dia jawab ke gue bentak-bentak atau teriak-teriak. Rasanya tuh gue pengen banget bilang ke dia "WHAT DO YOU WANT?!" Kalo gue bentak, paling salah. Gue baikin, dia malah kayak gini. Yaudah. Dan, dia begitu tuh gacuma sekali, tapi sering. Ya memang sih kadang dia memberikan tanggapan yang baik tapi....cara dia memberikan tanggapan itu yang salah. Pernah juga, dia ngerjain sesuatu. Cukup sepele sih. Tapi karena ribet, eh akhirnya dia menyerahkan itu ke gue dengan asal lepas tangan aja. Dia dengan santai nya bilang, "nih lo aja nih yang cariin." Tanpa sepotong kata pada kalimat itu. Pernah juga dia menolak permintaan tolong gue dengan cara yang menurut gue gak sopan, yaitu hanya ngeliatin gue, mengabaikan gue, dan berlalu. WHAT?! Emang enak apa digituin?! Gila. Ya terkadang sih gue melihat mereka seperti minta dihargai oleh temennya ataupun gue, tapi woy, apakah dia sudah cukup menghargai gue gitu? Dia minta tolong ke gue, dengan cara yang agak memaksa dan jatohnya malah ngerepotin gue. Ngerepotin yang gue maksud ini adalah dia yang minta tolong, tapi dia gak mau berkorban. Coba, mana ada tuh sistem "lo yang butuh, gue yang repot" ? Yang kayak gini tuh harusnya lo sebut apa? Jujur aja, gue gasuka punya temen yang gak menghargai orang.
Mungkin di artikel ini lo membaca gue sedikit aneh, ngawur, ngaco, sok tau, gak jelas, ngalor ngidul, bahkan terkesan sok menggurui ataupun sok terlihat suci. Ya gue hanya menyalurkan pendapat gue dan sedikit sharing tentang what's going on around me. Postingan ini juga bukan sepenuhnya buat nyindir. Tapi ya buat kita inget-inget aja lagi. Terserah lo mau bilang atau menilai gue apa setelah membaca postingan ini. Tapi ya sekedar buat lo tau aja. Ini pendapat gue dan semua ada hidup berdekatan dengan gue.
Saturday, September 22, 2012
3 Months
Hey hey hey. Udah lama banget gue gak post something atau minimal cerita gitu. Gila gue kangen banget sm blog. Ea ea. Gombal gembel. Oke. Okay, I will tell you about something. Ea. Sebelumnya, gue mau bilang, MAKASIH BANGET buat YASMIN MEIDIANA SYARIF. Yang udah bikin hari ini, 20 September 2012, jadi hari yang keren buat gue. Okay, let me begin this story. It's just a simple story of the simple day. And I'd remember it. Forever.
Jadi, hari ini adalah hari Kamis 20 September 2012. Sekolah gue libur. Yak resmi libur ya bukan gue yang membikin statement sendiri bahwa hari ini adalah hari libur-_- Kenapa libur? Kalo lo penduduk asli atau yang nglaju ke Jakarta pasti tau kenapa libur. Gatau? Duh tinggal di goa mana sih lo. Okay, back to the topic. Nah terus sehubungan dengan adanya libur yang dikarenakan Pemilihan Kepala Daerah alias Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Putaran Kedua ini, gue memutuskan untuk ngajak sahabat gue yang bernama Yasmin ini jalan. Gue sih sebenernya ngajak dia juga asal nyeplok. Ditengah kendala-kendala stress yang numpuk-numpuk gak karuan, gue asal ngajak jalan. Ngajak ketemu. Buat bersenang-senang. Buat sharing, tentang luka yang kami punya. Ea.
Sebenernya gue baru ngajak dia jalan itu pada hari Senin. Umm well mendadak banget emang untuk ukuran anak yang gak satu sekolah dan jarang ketemu. Tapi ya emang pada dasarnya gue tuh nekat banget ya jadi manusia. Yaa jadilah. Akhirnya kita berdua sepakat buat jalan bareng hari Kamis yang libur ini. Dengan tujuan yang gak jelas banget mau kemana. Parahbanget emang ye-_- tadinya kita mau mutusin kalo kita bakal ke....sevel Matraman-_-kay abizzzZ. Dan itu diputuskan 12jam sebelum kita jalan. Pas paginya gue ijin ke nyokap....JEGEER tiba-tiba gaboleh. Gue buru-buru nelfon Yasmin karena panik gaboleh. You know what? Pas Yasmin angkat telfon, gue denger dia nangis. Ternyata dia nangis karena dia juga gak boleh kalo di Matraman. Dan dia bilang kalo dia cuma boleh jalan di sekitar kantor ibunya, yaitu di daerah Kuningan gituu. Yaudahlahya akhirnya gue buru-buru juga izin ke nyokap biar boleh jalan sama Yasmin ke Plaza Festival. Dan...finally...boleh juga sama nyokap. Pheww gila emang extreme banget kejar-kejaran sama waktu. Yaudah akhirnya gue confirm ke Yasmin kalo gue bisa jalan sama dia ke Plaza Festival, Kuningan. Okay kita janjian jam 11an gitu deh.
Karena jam dinding, jam hp, jam tangan di rumah gue sudah menunjukkan waktu pukul 08:30 WIB, akhirnya gue buru-buru siap-siap, karena sebelum gue otw ke Plaza Festival, gue harus ke Bank karena ada urusan. Yaudah tuh ceritanya gue udah siap-siap udah rapih....eh tiba-tiba ada tamu-_-yaudah akhirnya gue tungguin aja itu tamu sampe itu tamu selesai bertamu. Hap hap hap sampe kurang lebih jam 10 an akhirnya gue baru cabs dari rumah ke Tebet dulu. Karena bank yang harus gue datangi itu ada di Tebet. Yowes lah ya. Jeger nya lagi, tibatiba macet coy di Pancoran. Oke sip gue salah jalan. Jadilah gue agak bete. Karena takut telat.
Jam 10:30 WIB gue sampe juga akhirnya di bank yang terletak di kawasan Tebet Barat itu. Untungnya gaada urusan yang bikin gue stuck lama di bank itu. Akhirnya gue bisa cabut langsung ke Plaza Festival engan harapan bahwa Gue-Gak-Ngaret. Tebet-Kuningan gak butuh waktu yang lama kalo gak macet, untuk dicapai. Dan gue seneng banget mengetahui fact itu. Tapi....semua harapan itu pupus...*ea* you know what? GUE SALAH ARAH DAN AKHIRNYA HARUS MUTER LAGI BROOO. Yang harusnya belok kanan biar cepet nyampe malah belok kiri errrr. Oke, ternyata gue ngaret coy ckck. Karena udah jam 11, Yasmin pun bbm ke nyokap gue (yes, bb gue masih rusak oi) dan nyokap gue pun sms gue, "kakak, kamu dimana? Yasmin nanya." Gue pun bingung. Karena gue juga gak kepikiran buat bohong untuk menutupi rasa malu, gue hanya bisa bales, "masih otw ma. Aku nyasar." Nyokap bales lagi, "hah? kok bisa?" gue rasa nyokap sedang menertawakan gue ketika membaca dan membalas sms gue. Dicampur rasa bingung.
Untungnya gue nyasar gaterlalu jauh. Hanya salah belok. Jadi gak lama kemudian gue udah sampe di 711 Plaza Festival dan menemukan Yasmin dengan rajinnya duduk duduk ayu ditemani buku bacaan yaitu LKS Biologi dan coffee medium. Gue muncul dari belakang dia. Dia agak linglung. Serasa ditepok tukang hipnotis kali ye-_- yaudah akhirnya dia nyeret dan nemenin gue buat beli Gulp. Dan setelah itu kita duduk-duduk cantik sambil ngobrol. Kita ngobrol ngalor ngidul ketawa-ketawa. Sampe pada akhirnya gulp gue tinggal setengah dan gatau itu coffee nya Yasmin tinggal berapa karena gue gabisa liat, gue ngajak dia buat ke Epiwalk, daripada gue bengong disitu mending gue ngeluyur ke Epiwalk. Akhirnya kita jalan dari sevel ke epiwalk. Mayan lah iseng iseng berhadiah.
Akhirnya tiba lah gue di epiwalk bersama Yasmin dengan damai. Gakayak biasanya. Rusuh banget. Tujuan pertama kita adalah ke The Body Shop. Orang mah kalo ke Body Shop beli parfum kek sabun kek apakek yang buat kecantikan. Lah kita?ngebandingin harga sisir The Body Shop di KL dan di Jakarta-_- setelah itu kita muterin epiwalk. Kayak anak ilang. Sambil ngobrol ngalor ngidul. Kita mutermuterin epiwalk sampe atas. Sampe depan EF. Dan....dengan malu-maluinnya gue nyaris kepleset disitu...kay-_-akhirnya setelah bosen muter-muter gajelas disitu sambil ngomongin banyak hal, (Serius, selama muter-muterin epiwalk kita ngomongin 3topik yang bersambung gitu.) kita move on ke....Setiabudi One! Kita dengan niat nya naik bus transjakarta dari Plaza Festival ke Setiabudi One yang super deket itu kalo naik transjakarta. Yaudah akhirnya kita cari makan. Karena galau mau makan dimana padahal pilihan resto banyak banget-__-akhirnya kita makan di......Daily Foodhall! HAHA najisbanget emang jauhjauh cuma makan disitu:) gue yang emang ngirit bin minim budget-_- akhirnya beli roti Le Gitt yang biasa dijual di koperasi smabel. Tapi kali ini gue agak elit. Kalo biasanya gue beli yang Vanilla Custard, tadi gue belinya Original Cheese. HAHAHA-_- dan Yasmin sendiri pesen Fettucini Carbonara. Kita makan disitu, diiringi hujan, dan rentetan flashback yang berkaitan dengan foodhall. Maklum selama OSN tuh foodhall Puri Casablanca udah kayak sahabat sendiri-_-setelah kita selesai makan dan flashback panjang lebar, akhirnya keluar sebuah ide gila, "Eh kita ke Puri Casablanca yuk! Kan ada shuttle bus dari epiwalk ke Puri!" Yaudah akhirnya kita balik ke epiwalk. Kalo tadi kita berangkat naik busway, baliknya kita.....jalan kaki-_-
Setelah "berolahraga" dengan jalan kaki dari Setiabudi One ke epiwalk, tadinya kita sempet bingung dengan 2hal;
Jadi, hari ini adalah hari Kamis 20 September 2012. Sekolah gue libur. Yak resmi libur ya bukan gue yang membikin statement sendiri bahwa hari ini adalah hari libur-_- Kenapa libur? Kalo lo penduduk asli atau yang nglaju ke Jakarta pasti tau kenapa libur. Gatau? Duh tinggal di goa mana sih lo. Okay, back to the topic. Nah terus sehubungan dengan adanya libur yang dikarenakan Pemilihan Kepala Daerah alias Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Putaran Kedua ini, gue memutuskan untuk ngajak sahabat gue yang bernama Yasmin ini jalan. Gue sih sebenernya ngajak dia juga asal nyeplok. Ditengah kendala-kendala stress yang numpuk-numpuk gak karuan, gue asal ngajak jalan. Ngajak ketemu. Buat bersenang-senang. Buat sharing, tentang luka yang kami punya. Ea.
Sebenernya gue baru ngajak dia jalan itu pada hari Senin. Umm well mendadak banget emang untuk ukuran anak yang gak satu sekolah dan jarang ketemu. Tapi ya emang pada dasarnya gue tuh nekat banget ya jadi manusia. Yaa jadilah. Akhirnya kita berdua sepakat buat jalan bareng hari Kamis yang libur ini. Dengan tujuan yang gak jelas banget mau kemana. Parahbanget emang ye-_- tadinya kita mau mutusin kalo kita bakal ke....sevel Matraman-_-kay abizzzZ. Dan itu diputuskan 12jam sebelum kita jalan. Pas paginya gue ijin ke nyokap....JEGEER tiba-tiba gaboleh. Gue buru-buru nelfon Yasmin karena panik gaboleh. You know what? Pas Yasmin angkat telfon, gue denger dia nangis. Ternyata dia nangis karena dia juga gak boleh kalo di Matraman. Dan dia bilang kalo dia cuma boleh jalan di sekitar kantor ibunya, yaitu di daerah Kuningan gituu. Yaudahlahya akhirnya gue buru-buru juga izin ke nyokap biar boleh jalan sama Yasmin ke Plaza Festival. Dan...finally...boleh juga sama nyokap. Pheww gila emang extreme banget kejar-kejaran sama waktu. Yaudah akhirnya gue confirm ke Yasmin kalo gue bisa jalan sama dia ke Plaza Festival, Kuningan. Okay kita janjian jam 11an gitu deh.
Karena jam dinding, jam hp, jam tangan di rumah gue sudah menunjukkan waktu pukul 08:30 WIB, akhirnya gue buru-buru siap-siap, karena sebelum gue otw ke Plaza Festival, gue harus ke Bank karena ada urusan. Yaudah tuh ceritanya gue udah siap-siap udah rapih....eh tiba-tiba ada tamu-_-yaudah akhirnya gue tungguin aja itu tamu sampe itu tamu selesai bertamu. Hap hap hap sampe kurang lebih jam 10 an akhirnya gue baru cabs dari rumah ke Tebet dulu. Karena bank yang harus gue datangi itu ada di Tebet. Yowes lah ya. Jeger nya lagi, tibatiba macet coy di Pancoran. Oke sip gue salah jalan. Jadilah gue agak bete. Karena takut telat.
Jam 10:30 WIB gue sampe juga akhirnya di bank yang terletak di kawasan Tebet Barat itu. Untungnya gaada urusan yang bikin gue stuck lama di bank itu. Akhirnya gue bisa cabut langsung ke Plaza Festival engan harapan bahwa Gue-Gak-Ngaret. Tebet-Kuningan gak butuh waktu yang lama kalo gak macet, untuk dicapai. Dan gue seneng banget mengetahui fact itu. Tapi....semua harapan itu pupus...*ea* you know what? GUE SALAH ARAH DAN AKHIRNYA HARUS MUTER LAGI BROOO. Yang harusnya belok kanan biar cepet nyampe malah belok kiri errrr. Oke, ternyata gue ngaret coy ckck. Karena udah jam 11, Yasmin pun bbm ke nyokap gue (yes, bb gue masih rusak oi) dan nyokap gue pun sms gue, "kakak, kamu dimana? Yasmin nanya." Gue pun bingung. Karena gue juga gak kepikiran buat bohong untuk menutupi rasa malu, gue hanya bisa bales, "masih otw ma. Aku nyasar." Nyokap bales lagi, "hah? kok bisa?" gue rasa nyokap sedang menertawakan gue ketika membaca dan membalas sms gue. Dicampur rasa bingung.
Untungnya gue nyasar gaterlalu jauh. Hanya salah belok. Jadi gak lama kemudian gue udah sampe di 711 Plaza Festival dan menemukan Yasmin dengan rajinnya duduk duduk ayu ditemani buku bacaan yaitu LKS Biologi dan coffee medium. Gue muncul dari belakang dia. Dia agak linglung. Serasa ditepok tukang hipnotis kali ye-_- yaudah akhirnya dia nyeret dan nemenin gue buat beli Gulp. Dan setelah itu kita duduk-duduk cantik sambil ngobrol. Kita ngobrol ngalor ngidul ketawa-ketawa. Sampe pada akhirnya gulp gue tinggal setengah dan gatau itu coffee nya Yasmin tinggal berapa karena gue gabisa liat, gue ngajak dia buat ke Epiwalk, daripada gue bengong disitu mending gue ngeluyur ke Epiwalk. Akhirnya kita jalan dari sevel ke epiwalk. Mayan lah iseng iseng berhadiah.
Akhirnya tiba lah gue di epiwalk bersama Yasmin dengan damai. Gakayak biasanya. Rusuh banget. Tujuan pertama kita adalah ke The Body Shop. Orang mah kalo ke Body Shop beli parfum kek sabun kek apakek yang buat kecantikan. Lah kita?ngebandingin harga sisir The Body Shop di KL dan di Jakarta-_- setelah itu kita muterin epiwalk. Kayak anak ilang. Sambil ngobrol ngalor ngidul. Kita mutermuterin epiwalk sampe atas. Sampe depan EF. Dan....dengan malu-maluinnya gue nyaris kepleset disitu...kay-_-akhirnya setelah bosen muter-muter gajelas disitu sambil ngomongin banyak hal, (Serius, selama muter-muterin epiwalk kita ngomongin 3topik yang bersambung gitu.) kita move on ke....Setiabudi One! Kita dengan niat nya naik bus transjakarta dari Plaza Festival ke Setiabudi One yang super deket itu kalo naik transjakarta. Yaudah akhirnya kita cari makan. Karena galau mau makan dimana padahal pilihan resto banyak banget-__-akhirnya kita makan di......Daily Foodhall! HAHA najisbanget emang jauhjauh cuma makan disitu:) gue yang emang ngirit bin minim budget-_- akhirnya beli roti Le Gitt yang biasa dijual di koperasi smabel. Tapi kali ini gue agak elit. Kalo biasanya gue beli yang Vanilla Custard, tadi gue belinya Original Cheese. HAHAHA-_- dan Yasmin sendiri pesen Fettucini Carbonara. Kita makan disitu, diiringi hujan, dan rentetan flashback yang berkaitan dengan foodhall. Maklum selama OSN tuh foodhall Puri Casablanca udah kayak sahabat sendiri-_-setelah kita selesai makan dan flashback panjang lebar, akhirnya keluar sebuah ide gila, "Eh kita ke Puri Casablanca yuk! Kan ada shuttle bus dari epiwalk ke Puri!" Yaudah akhirnya kita balik ke epiwalk. Kalo tadi kita berangkat naik busway, baliknya kita.....jalan kaki-_-
Setelah "berolahraga" dengan jalan kaki dari Setiabudi One ke epiwalk, tadinya kita sempet bingung dengan 2hal;
- Itu shuttle bus nya berhenti dimana dan halte nya dimana?
- Masih ada gak tuh shuttle bus nya?
Akhirnya kita bertanya kepada Pak Satpam yang ternyata mampu menjawab 2 pertanyaan kita dengan 5 kata sakti, yaitu......"WAH UDAH GAK ADA DEK" Sial men sialan men akhirnya gue sama Yasmin memutuskan untuk ke (mantan) kos-kosan apartemen kita yaitu Puri Casablanca by....foot. Yes men gue dan Yasmin akhirnya menyusuri trotoar dimana sebelahnya itu TPU. Ya Allah gimana gue kagak degdegan jalan sebelah gue kuburan-_-akhirnya setelah menyusuri jalan, kita ketemu jalan raya! Iya, jalan raya! It means KITA BISA NAIK ANGKOT 44 NYAMPE PURI! YEAY! Akhirnya kita naik angkot:') 5menit kemudian kita udah sampe di depan Komplek Puri Casablanca. Gila abis kurang lebih hampir 3bulan kita ninggalin apartemen itu, kita balik lagi kesitu. Terharu banget ckck.
Akhirnya kita jalan dan masuk ke Tower Dahlia, tempat dimana kita dulu karantina. Bahkan dari awal kita check in pun kita masih inget banget. Kita sih sebenernya kesitu cuma mau bernostalgia, ke Foodhall, ke playground wkwkw. Kita dengan norak dan kasiannya nungguin seseorang buat buka atau keluar dari pintu akses ke playground, biar kita bisa masuk karena gapunya kartu akses lagi ckckck. Eh gak berapa lama, ada seorang cleaning service keluar dari situ, kita seneng banget. Mumpung pintu nya ngablak, gue dan Yasmin nyelonong. Kita benerbener ngeliat, what we used to see, pas bulan Juni kemarin. Pas karantina. Kita masih inget semuanya. Akhirnya kita menepi ke Playground, tempat dimana dulu IPS dan Biologi sering nongkrong disitu tiap pagi, pas abis lari pagi. Dulu, kita sering main panjat-panjatan. Kemarin sih gue gak berani. Jaim nya kumat... Akhirnya kita cuma berani main ayunan. Sambil flashback tentang semua hal yang kita inget pas dulu karantina. Gue pun masih inget kalo ayunan yang gue dudukin waktu itu didudukin sama Andito, dan pas gue ngelempar hp dia buru-buru karena nyokapnya nelfon. Gue yang inget itu pun tersenyum.
Kita menghabiskan waktu dengan sekedar duduk di ayunan, flashback, dan ngomongin seseorang-__- bahkan, kita suka bilang, "jam segini, aku lagi..." atau "jam 3an, aku lagi..." Yup. Gue gak nyangka aja. Kita masih inget semuanya bahkan sampe detail ke jam-jamnya. Padahal, semua peristiwa itu udah lewat 3 bulan yang lalu. 1/4 tahun yang lalu. Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba udah sore aja. Yasmin juga udah disuruh nyokap nya pulang. Akhirnya kita pulang naik angkot ke Kampung Melayu.
Pas di angkot, gue baru sadar kalo hari itu tanggal 20. Gue gangerti. Apakah alam semesta ini berkonspirasi dengan hati dan pikiran kami untuk membawa kami kembali ke tempat dimana kami memulai perjuangan? Ke tempat yang paling nyaman pada 1/4 tahun yang lalu alias 3bulan yang lalu. Gue gak tau. Dan gue gak ngerti. I just can imagine how could. Gue pun langsung bilang ke Yasmin, "eh, ini tanggal 20. 3bulan yang lalu, aku ke Puri Casablanca pas jam kita berangkat tadi. Jam setengah 2an lah. Dan sekarang, aku tadi kesana lagi, di waktu yang sama." Yes man, ini bukan mimpi. Ini nyata. Layaknya de javu. Tapi gue masih inget persis jam berapa gue check in dan lain-lain. Gue termenung. Buat gue, 3 bulan bukan lah waktu yang sebentar. Tapi seiring berjalannya waktu, 3 bulan sudah gue lewati, dan semua gak kerasa. Sampe detail-detail nya pun gue masih inget. Apa yang gue lakukan, kapan, dan jam berapa. Yang gue lebih gangerti lagi gini, pelajaran yang diterangkan kemarin, belum tentu gue inget jelas detailnya yang diucapkan sama guru gue. Tapi, hal yang udah 3 bulan berlalu, gue masih ingat jelas. Seolah-olah kemarin baru terjadi. Gue gangerti, apakah otak gue emang tulalit, apa gimana, gue gatau. Yang jelas setiap kejadian di OSN gue inget. Dan gue inget 85% dari semua kenangan itu, adalah hari dimana gue bahagia banget. Gue jarang bisa sebahagia itu.
3 bulan berlalu, yang gue tau, gak banyak yang berubah. Sekembalinya gue dari OSN, hidup gue juga gak beda jauh sama yang dulu. Sekolah gue juga. Paling jadi lebih sibuk. Begitu pula temen-temen gue. Kita masih contact-contact an tiap hari. Gaada yang berubah dari mereka. Bahkan gue pun gangerasa kita jauh. Gue masih ngerasa kalo mereka di deket gue, kayak hari-hari yang lalu. Paling hanya kesibukan kami semua yang bertambah. Ada yang sibuk ngurusin mau lomba, nyari sekolah, bimbel, ngajarin junior nya buat OSN, dan lain-lain. Gak beda jauh sama gue. Kita tetep kita. Dan setelah gue liat-liat, Puri Casablanca juga gak berubah. Semua masih sama. Seperti 3 bulan yang lalu. Bahkan wangi lobby nya masih sama. Gue selalu ingat itu. Kalo pas tanggal 20 Juni gue dateng buat belajar dan numpang tidur, Kamis kemarin gue datang (kembali) cuma buat numpang main ayunan, sekedar bernostalgia. 3 bulan yang lalu gue dateng, dengan harapan kalo gue keluar dari situ bisa dapet medali di Pontianak. Kamis kemarin, gue datang, dengan harapan, kalo gue bisa ulang semua yang udah gue lewatin disitu.
Selang sehari setelah kedatangan gue ke Puri Casablanca, gue ngelewatin Puri Casablanca lagi karena gue harus melewati Puri Casablanca buat mencapai ke tempat tujuan gue. Dan gue berdoa dalam hati, semoga....taun depan atau pun 3 bulan lagi, gue bisa balik lagi ke Tower Dahlia Puri Casablanca, kalo bisa bareng sama DC-10&JKT18. Dan gue berharap, semoga ketika gue kembali, semua masih sama seperti dulu. Atau berubah menjadi lebih baik.... Ah entahlah.
Kita menghabiskan waktu dengan sekedar duduk di ayunan, flashback, dan ngomongin seseorang-__- bahkan, kita suka bilang, "jam segini, aku lagi..." atau "jam 3an, aku lagi..." Yup. Gue gak nyangka aja. Kita masih inget semuanya bahkan sampe detail ke jam-jamnya. Padahal, semua peristiwa itu udah lewat 3 bulan yang lalu. 1/4 tahun yang lalu. Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba udah sore aja. Yasmin juga udah disuruh nyokap nya pulang. Akhirnya kita pulang naik angkot ke Kampung Melayu.
Pas di angkot, gue baru sadar kalo hari itu tanggal 20. Gue gangerti. Apakah alam semesta ini berkonspirasi dengan hati dan pikiran kami untuk membawa kami kembali ke tempat dimana kami memulai perjuangan? Ke tempat yang paling nyaman pada 1/4 tahun yang lalu alias 3bulan yang lalu. Gue gak tau. Dan gue gak ngerti. I just can imagine how could. Gue pun langsung bilang ke Yasmin, "eh, ini tanggal 20. 3bulan yang lalu, aku ke Puri Casablanca pas jam kita berangkat tadi. Jam setengah 2an lah. Dan sekarang, aku tadi kesana lagi, di waktu yang sama." Yes man, ini bukan mimpi. Ini nyata. Layaknya de javu. Tapi gue masih inget persis jam berapa gue check in dan lain-lain. Gue termenung. Buat gue, 3 bulan bukan lah waktu yang sebentar. Tapi seiring berjalannya waktu, 3 bulan sudah gue lewati, dan semua gak kerasa. Sampe detail-detail nya pun gue masih inget. Apa yang gue lakukan, kapan, dan jam berapa. Yang gue lebih gangerti lagi gini, pelajaran yang diterangkan kemarin, belum tentu gue inget jelas detailnya yang diucapkan sama guru gue. Tapi, hal yang udah 3 bulan berlalu, gue masih ingat jelas. Seolah-olah kemarin baru terjadi. Gue gangerti, apakah otak gue emang tulalit, apa gimana, gue gatau. Yang jelas setiap kejadian di OSN gue inget. Dan gue inget 85% dari semua kenangan itu, adalah hari dimana gue bahagia banget. Gue jarang bisa sebahagia itu.
3 bulan berlalu, yang gue tau, gak banyak yang berubah. Sekembalinya gue dari OSN, hidup gue juga gak beda jauh sama yang dulu. Sekolah gue juga. Paling jadi lebih sibuk. Begitu pula temen-temen gue. Kita masih contact-contact an tiap hari. Gaada yang berubah dari mereka. Bahkan gue pun gangerasa kita jauh. Gue masih ngerasa kalo mereka di deket gue, kayak hari-hari yang lalu. Paling hanya kesibukan kami semua yang bertambah. Ada yang sibuk ngurusin mau lomba, nyari sekolah, bimbel, ngajarin junior nya buat OSN, dan lain-lain. Gak beda jauh sama gue. Kita tetep kita. Dan setelah gue liat-liat, Puri Casablanca juga gak berubah. Semua masih sama. Seperti 3 bulan yang lalu. Bahkan wangi lobby nya masih sama. Gue selalu ingat itu. Kalo pas tanggal 20 Juni gue dateng buat belajar dan numpang tidur, Kamis kemarin gue datang (kembali) cuma buat numpang main ayunan, sekedar bernostalgia. 3 bulan yang lalu gue dateng, dengan harapan kalo gue keluar dari situ bisa dapet medali di Pontianak. Kamis kemarin, gue datang, dengan harapan, kalo gue bisa ulang semua yang udah gue lewatin disitu.
Selang sehari setelah kedatangan gue ke Puri Casablanca, gue ngelewatin Puri Casablanca lagi karena gue harus melewati Puri Casablanca buat mencapai ke tempat tujuan gue. Dan gue berdoa dalam hati, semoga....taun depan atau pun 3 bulan lagi, gue bisa balik lagi ke Tower Dahlia Puri Casablanca, kalo bisa bareng sama DC-10&JKT18. Dan gue berharap, semoga ketika gue kembali, semua masih sama seperti dulu. Atau berubah menjadi lebih baik.... Ah entahlah.
Subscribe to:
Posts (Atom)




